Alkohol Jahat dan Alkohol Baik, Apa sih Bedanya?

Beauty, Healthy Skin - Erny Kurniawati - August 2, 2020

Banyak banget pengguna skin care yang mengklaim kandungan alkohol itu memberikan efek buruk di kulit.  Padahal sebenarnya tidak demikian.  Ada namanya alkohol jahat dan baik, tapi apa sih bedanya?  

Penggunaan alkohol dalam produk skin care sebenarnya sah-sah saja. Karena bila digunakan dengan kadar yang tepat alkohol memberikan manfaat tersendiri. Perlu dipahami bahwa alkohol merupakan molekul yang mengandung atom oksigen dan menyatu dengan atom hydrogen. Alkohol sendiri ada banyak jenis dan kegunaannya.  Pada umumnya yang membedakan kegunaannya adalah berat molekulnya. 

Untuk alkohol yang digunakan dalam komposisi skin care umumnya terbagi menjadi dua yaitu, alkohol jahat dan alkohol baik.  Masing-masing punya manfaat tersendiri untuk kulit. Hanya saja kamu perlu memahami mana yang paling pas untuk kondisi kulitmu.  Oleh karena itu,  kali ini Avoskin akan share tentang berbedaannya. Yuk,  simak sampai akhir!

Alkohol Jahat

Ketika mendengar istilah alkohol jahat, apa sih yang terpikir di kepalamu? Yang dirujuk dari istilah alkohol jahat adalah alkohol dengan molekul ringan. Molekulnya yang ringan membuat skin care dengan kandungan alkohol jenis ini punya tekstur yang ringan mudah diserap kulit. Alkohol jahat sendiri punya beberapa nama seperti, methanol,  ethanol,  alcohol denat (denatured alcohol), dan isopropyl alcohol.

Seringkali pemilik kulit berminyak mencari produk skin care yang cepat meresap dan memberi sensasi ringan di kulit. Umumnya skin care dengan kandungan alkohol jahat memberikan sensasi seperti itu.  Sayangnya,  penggunaan alkohol jahat itu justru  potensial memicu iritasi dan kulit kering.  Efek jangka panjangnya,  skin barrier akan bermasalah sehingga kulit akan kesulitan untuk menahan air. Masalah pada skin barrier ini yang kemudian memicu kulit menjadi memproduksi minyak berlebih dan potensial menimbulkan jerawat. Oleh karena itu, penting banget untuk kamu yang memiliki kondisi kulit berminyak dan berjerawat untuk memperhatikan kandungan alkohol apa yang terdapat dalam produk skin care-mu.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Kandungan ET-VC

Alkohol Baik

Mungkin ada di antara kamu yang pernah bertanya-tanya, kok produk Avoskin PHTE mengandung alkohol? Alkohol kan nggak baik untuk kulit? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada dua jenis alkohol pada skincare, alkohol jahat dan alkohol baik. Alkohol baik ini biasanya disebut fatty alcohols yang memiliki molekul berat sehingga sama sekali tidak merusak kulit.

Fatty alcohols ini apakah dari hewan dan halal? Ini juga pertanyaan dari banyak orang. Jadi fatty alcohols tersebut umumnya diproduksi dari tumbuhan. Selain memiliki molekul yang berat, fatty alcohols juga punya bentuk pada yang berfungsi untuk menyatukan kandungan air dan minyak dalam suatu produk skin care. Tujuannya tentu biar kandungan tersebut menyatu dan tidak terpisah.

Sama halnya dengan alkohol jahat, alkohol baik juga memiliki beragam nama seperti stearyl, behenyl, cetearyl, dan cetyl alcohol. Berbeda dengan alkohol jahat, alkohol baik ini berfungsi untuk menjaga kulit agar tetap lembap karena akan memperkuat kemampuan kulit untuk menyimpan kadar air di bawah kulit. Oleh karena itu, alkohol baik bisa memperkuat skin barrier karena punya peran sebagai moisturizer juga. Nah, kandungan alkohol baik inilah yang terkandung dalam beberapa produk Avoskin seperti PHTE dan HTE.

Memilih Kandungan Alkohol Sesuai Jenis Kulit

Alkohol jahat dengan sifatnya yang mudah meresap sesungguhnya masih relatif aman digunakan oleh pemilik kulit berminyak. Namun, perlu diingat bahwa toleransi kulitmu juga harus diperhatikan karena bila persentase kandungannya terlalu tinggi dikhawatirkan akan memicu masalah jerawat yang semakin parah. Sementara alkohol baik umumnya berasal dari minyak hasil ekstrasi berbagai macam tanaman. Oleh karena itu, produk yang mengandung alkohol baik umumnya punya tekstur lebih rich dan efek lembap lebih lama sehingga banyak direkomendasikan untuk membantu menghidrasi kulit. Namun, kandungan alkohol yang berasal dari minyak tumbuhan ini juga perlu diperhatikan kadarnya supaya tidak memicu masalah kulit seperti menyumbat pori-pori yang berpotensi memicu jerawat di kulit.

Baca juga: Perbedaan Skincare Brightening dan Whitening

Untuk itu, sebelum membeli suatu produk skin care, penting banget untuk kamu pelajari ingredientsnya. Dan, tak perlu takut untuk mencobanya karena produk yang sudah diformulasikan hingga lolos uji BPOM tentunya sudah mengantongi status aman. Tinggal disesuaikan saja dengan kondisi dan kebutuhan kulitmu.

Share This Post!

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *