Kandungan Salicylic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Kandungan Apa Saja Sih?

0
Diunggah 29 May 2021

Elisabeth Rustaviani

Content Creator
0
LikeSkincare

Kandungan Salicylic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Kandungan Apa Saja Sih?

Kandungan salicylic acid memang ampuh untuk jerawat. Lalu, salicylic acid tidak boleh dicampur dengan kandungan apa sih?

Salicylic acid adalah bahan aktif yang bermanfaat untuk kulit terutama kulit berminyak dan berjerawat. Namun, dalam skincare routine pasti sering bingung harus menggunakan produk apa yang bisa digabungkan dengan salicylic acid. Bahan aktif ini adalah salah satu bahan skincare yang tidak boleh dicampur secara begitu saja dengan berbagai jenis bahan lainnya.

Lalu bagaimana ketentuan salicylic acid ini digunakan bersamaan dengan bahan aktif lain? Nah, kandungan salicylic acid tidak boleh dicampur dengan beberapa kandungan di bawah ini.

Baca Juga : Apakah Retinol dan Niacinamide Boleh Digabung Penggunaannya?

Kandungan yang Tidak Boleh Dicampur dengan Salicylic Acid

Salicylic acid adalah asam dengan pH rendah yang bisa menimbulkan efek iritasi pada kulit. Jika digunakan bersamaan dengan bahan aktif tertentu, efek iritasi bisa jadi semakin kuat. Selain itu, pH yang rendah jika dicampur dengan bahan aktif lain tidak bisa bekerja dengan maksimal. Berikut adalah bahan skincare yang tidak boleh dicampur dengan salicylic acid

bahan skincare yang tidak boleh dicampur
Avoskin Salicylic Acid. Image: dewiyang.com

1. Retinoid

Kandungan salicylic acid tidak boleh dicampur dengan retinoid/retinol. Retinoid adalah senyawa turunan vitamin A yang berfungsi untuk mengatasi jerawat, mencerahkan kulit, dan efektif mengurangi tanda penuaan seperti kerutan dan garis halus. Senyawa retinoid yang sering digunakan biasanya retinol, tretinoin, dan adapalene.

Manfaat retinoid ini mirip dengan salicylic acid tetapi mencampur kedua bahan ini bukan berarti membuatnya semakin efektif. Kalau kamu menggunakan salicylic acid dan retinol dalam waktu bersamaan atau hari yang sama, hal ini akan membuat kulit iritasi. Jadi, salicylic acid tidak boleh dicampur dengan retinol, atau kandungan turunan retinoid lainnya.

Salicylic acid dan retinol sama-sama memiliki efek samping yang menimbulkan iritasi pada kulit. Jadi, memakai kedua bahan ini bersamaan akan membuat tingkat iritasi menjadi 2 kali lipat. Campuran kedua bahan ini akan terlalu keras bagi kulit. Hal ini akan membuat kulit mengalami kemerahan atau iritasi. Selain itu, kulit bisa menjadi kering dan sensitif pada sinar matahari.

Baca Juga : Hati-Hati! Ini Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan Agar Terhindar dari Iritasi Kulit

2. Vitamin C

Kandungan kedua yang tidak boleh dicampur dengan salicylic acid adalah vitamin C. Salicylic acid dan vitamin C ini memiliki sifat asam. Jadi, menggabungkan kedua bahan aktif ini akan menimbulkan efek iritasi pada kulit. Selain itu, vitamin C adalah bahan aktif yang bisa menjadi tidak stabil jika dicampur dengan bahan aktif lain.

Kestabilan vitamin C dan efeknya sangat dipengaruhi oleh pH, jadi kamu harus berhati-hati. Nah, salicylic acid tidak boleh dicampur dengan vitamin C karena dapat menurunkan efek vitamin C pada kulit.

3. Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide ini adalah bahan aktif yang sering digunakan untuk mengatasi jerawat meradang. Bahan aktif ini bisa menimbulkan efek samping kulit jadi kering dan mengalami iritasi. Maka dari itu, sebaiknya kamu tidak boleh mencampur salicylic acid dan benzoyl peroxide. Hal ini karena bisa memberi efek iritasi dan kulit kering yang ditimbulkan bisa menjadi semakin parah.

4. Senyawa Asam Lainnya

Keempat, salicylic acid tidak boleh dicampur dengan senyawa asam lainnya. Jika kamu memakai produk skincare lain yang memiliki kandungan kombinasi salicylic acid atau BHA dengan asam lain seperti AHA, tidak perlu khawatir karena campuran kedua bahan ini aman digunakan. Namun, kamu tidak boleh mencampur penggunaan dua jenis asam yang berbeda sendiri, atau menggunakan beberapa produk yang mengandung asam berbeda sekaligus.

Baca Juga: Selain untuk Jerawatan, Ini Manfaat Salicylic Acid yang Jarang Diketahui

Salicylic Acid Boleh Dicampur dengan Kandungan Apa?

Salicylic acid memang tidak boleh dicampur dengan beberapa bahan aktif. Namun, salicylic acid akan memberi manfaat yang optimal jika dicampur dengan beberapa bahan di bawah ini.

bahan skincare yang tidak boleh dicampur
[photo: linetoday]

1. Ceramide

Ceramide adalah golongan asam lemak yang sering dicampurkan dalam berbagai produk skincare. Sebenarnya ceramide bisa ditemukan dalam sel-sel kulit. Bahkan, ceramide membentuk lapisan kulit paling luar atau epidermis hingga 50%. Hal ini yang membuat ceramide memiliki peran penting untuk melindungi kulit.

Ceramide ini berfungsi mengunci kelembapan dan melindungi lapisan kulit dari dampak buruk lingkungan. Jadi, menggunakan ceramide dan salicylic acid akan membantu mengatasi efek kulit kering yang ditimbulkan oleh salicylic acid.

2. Hyaluronic Acid

Kandungan ini memang termasuk dalam jenis asam tetapi tidak menyebabkan iritasi kulit. Hyaluronic acid dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mencegah kulit menjadi kering. Sedangkan efek samping dari pemakaian salicylic acid adalah kulit menjadi kering. Jadi, memakai salicylic acid bersamaan dengan hyaluronic acid dapat menekan efek iritasi dan mencegah kulit menjadi kering.

Baca Juga : Retinol dan Niacinamide Boleh Digunakan Bersamaan Tidak Sih?

3. Niacinamide

Salicylic acid boleh dicampur dengan niacinamide. Niacinamide adalah turunan vitamin B3 yang larut dalam air dan memiliki banyak manfaat untuk kulit seperti memudarkan tanda penuaan dini, melindungi kulit dari efek buruk sinar UV, dan mencerahkan kulit.

Manfaat niacinamide hampir sama dengan salicylic acid meskipun memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Kedua bahan aktif yaitu salicylic acid dan niacinamide boleh digunakan bersamaan karena dapat memberi manfaat yang maksimal.ย Jika kamu bertanya apakah salicylic acid boleh dicampur dengan niacinamide? Ya, salicylic acid dengan niacinamide aman dan boleh digunakan bersamaan.

Niacinamide dan salicylic acid dapat mengurangi sebum pada wajah dengan mekanisme yang berbeda. Jika salicylic acid mengurangi sebum dari dalam pori-pori kulit, makan niacinamide mengurangi sebum dan minyak pada permukaan kulit. Jadi, Salicylic acid boleh dicampur dengan niacinamide. Salicylic acid dan niacinamide yang digunakan bersamaan akan memberi efek yang lebih kuat tanpa meningkatkan risiko iritasi kulit.

Apa Efek Samping Salicylic Acid jika Salah Penggunaannya?

Efek samping penggunaan salicylic acid yang tidak tepat yaitu menyebabkan iritasi kulit ringan, ruam, peeling/ pengelupasan, dan perubahan warna kulit yang tidak diinginkan. Beberapa cara dapat mencegah terjadinya efek samping ini. Selain jangan mencapur dengan kandungan skincare yang dilarang di atas, perhatikan juga frekuensi penggunaan slaicylic acid yang benar.

Berapa Kali Penggunaan Salicylic Acid yang Dianjurkan?

Dikutip dari healthline.com, frekuensi penggunaan salicylic acid tergantung pada kadarnya. Salicylic acid dengan kadar 3-5% dapat digunakan satu kali sehari sedangkan kadar 1-2% bisa dipakai 1 hingga 3 kali per hari.

Jangan sampai salah melakukan layering skincare lagi ya, Sahabat AVO. Selalu perhatikan kandungan setiap produk yang kamu gunakan agar kulit tetap sehat tanpa iritasi. Selain itu, selalu gunakan sunscreen setiap hari karena sunscreen aman untuk digunakan dengan kandungan apa saja.

Last Updated on May 02, 2022

Ditulis Oleh

Elisabeth Rustaviani

Content CreatorDiunggah 29 May 2021

Beri Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Next Articles

Selengkapnya