Atasi Bau Kaki Tidak Sedap dengan Cara Ini

0
Diunggah 17 April 2020

Elisabeth Rustaviani

Content Creator
0
LikeTips & Trick

Atasi Bau Kaki Tidak Sedap dengan Cara Ini

Sering menggunakan sepatu menyebabkan bau kaki tidak sedap. Yuk, ikuti beberapa cara menghilangkan bau kaki yang cukup mudah ini!

Bau kaki menjadi salah satu masalah yang sering dialami oleh semua orang. Kaki yang terlalu lama tertutup seringkali meninggalkan bau yang tidak sedap. Tentunya masalah bau kaki ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Untuk tampil memukau tanpa khawatir bau kaki, berikut ini ada beberapa cara menghilangkan bau kaki yang tidak sedap. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Menggunakan Deodoran

Selain bermanfaat untuk menghilangkan bau keringat pada ketiak, ternyata deodoran juga mampu menghilangkan bakteri penyebab bau kaki. Hal ini karena deodoran mengandung bahan-bahan antibakteri yang menangkal munculnya bau tak sedap pada tubuh. Kamu bisa mengaplikasikan deodoran berlabel “All Day Protection” atau “Perlindungan Sepanjang Hari” biasanya hanya mengurangi keringat sebanyak 20 persen. Atau deodoran berlabel “Extra Strength” akan mengurangi keringat 30 persen.

2. Aplikasikan Minyak Lavender

Bau kaki bisa diatasi dengan memanfaatkan minyak lavender. Kandungan antioksidan serta anti bakteri efektif untuk membunuh bakteri dan bau tidak sedap. Caranya mudah kok. Cukup berikan beberapa tetes minyak lavender ke dalam air hangat. Kemudian masukkan kaki ke dalam air dan biarkan meresap selama 10 menit. Aroma harum minyak lavender juga akan mengurangi bau tidak sedap pada kaki. Tertarik mencobanya?

3. Rendam Dengan Teh Hijau

Manfaat teh hijau tidak hanya untuk dikonsumsi saja. Kandungan asam dalam teh juga bisa menyempitkan pori-pori di kaki sehingga keringat yang keluar lebih sedikit. Teh juga berfungsi sebagai antibiotik alami yang dapat membunuh bakteri di kaki. Dengan merendam kaki dalam air teh selama setidaknya 30 menit dapat membantu mengurangi bau kaki.

4. Gunakan Kaus Kaki Berbahan Katun

Bahan katun disarankan untuk dipakai karena jenisnya yang mudah menyerap keringat. Sementara keringat yang berada di kaki adalah pemicu awal bau kaki. Dengan mengenakan kaus kaki yang terbuat dari katun, keringat akan lebih diserap.

Sebaiknya sebelum mengenakan kaus kaki, taburkan bedak atau talc. Hal ini untuk mencegah keringat yang berlebihan dan menjaga kulit kaki tetap kering. Fokuskan taburan talc atau bedak pada sela-sela jari kaki.

Baca Juga : Sering Kamu Sepelekan, 4 Hal Ini Bisa Membuat Kulit Cantik dan Berkilau

5. Cuci Kaki Sampai Bersih

Cucilah kaki dengan menggunakan larutan air sabun yang hangat. Sebaiknya cucilah bertahap dengan air keran yang mengalir. Setelah itu, keringkan dengan benar, terlebih pada sela-sela jari kaki. Pastikan kamu menggosok jari kaki dengan sabun. Langkah tersebut untuk memastikan agar tidak ada lagi kotoran maupun bakteri yang masih menempel pada jari kaki. Kotoran dan bakteri yang menempel hanya akan memicu munculnya bau kaki. Jadi, usahakan untuk mencuci bagian kaki sampai benar-benar bersih ya.

6. Hindari Kaki Lembap Dalam Sepatu

Berbeda dengan kulit wajah yang mengharuskan selalu dalam keadaan lembap. Sebaliknya, jangan biarkan kakimu dalam keadaan lembap saat menggunakan sepatu. Kondisi lembap akan memicu bau kaki karena terdapat celak udara yang tidak bisa keluar di antara kaki dan sepatumu.

Supaya itu tidak terjadi, usahakan setiap beberapa jam bukalah sepatu. Kemudian semprotkan spray khusus kaki atau bisa juga menggunakan bedak anti bau khusus untuk kaki. Lakukan hal ini sebelum menggunakan sepatu maupun di sela-sela aktivitas.

7. Jauhi Kaus Kaki Basah

Hindari menggunakan kaos kaki dalam keadaan lembap ataupun basah. Kondisi tersebut hanya akan semakin memicu perkembangan bakteri pada bagian kaki. Sebelum menggunakan kaos kaki, pastikan kondisi kaos kaki sudah benar-benar kering. Begitu pula dengan kaki mu. Jangan sampai kamu langsung menggunakan kaos kaki dalam kondisi kaki basah. Selain menyebabkan bau, jika dibiarkan kaki juga rentan terinfeksi jamur.

Last Updated on July 20, 2021

Ditulis Oleh

Elisabeth Rustaviani

Content CreatorDiunggah 17 April 2020

Beri Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Next Articles

Selengkapnya