Permasalahan Remaja Saat Ini yang Paling Sering Terjadi di Indonesia

Life - Elisabeth - February 17, 2021

Permasalahan remaja masa kini memang sangat kompleks dan tidak sederhana. Seperti apa sih permasalahan remaja di Indonesia saat ini?

Masa remaja menjadi masa yang penuh energi, rasa keingintahuan, ekspresif, dan pastinya pencarian identitas. Bukan saja antusiasme yang terlihat jelas, saat anak tumbuh menjadi remaja maka mereka pasti akan menghadapi banyak masalah.  Masa remaja adalah waktu yang penuh kebingungan, bahkan hal kecil akan terasa besar untuk mereka. Lalu, permasalahan apa saja sih yang ada pada kehidupan remaja? Berikut ini penjelasan mengenai permasalahan remaja yang sering terjadi di Indonesia.

1. Masa Remaja Fokus pada Penampilan Fisik dan Media Sosial

permasalahan remaja
[photo : freepik.com]

Sebagai seorang remaja, perlu untuk merasa diterima di satu kelompok. Padahal, standar mengenai penampilan itu memang tidak tertulis tetapi mereka rasakan. Nah, masalah ini dipengaruhi oleh pubertas yang sedang dialami remaja. Tentunya, perubahan emosi dan fisik  tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh mereka karena memang sedang masanya fokus pada penampilan fisik.

Diungkapkan oleh Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psi., Psikolog Anak dan Remaja, ada salah satu penelitian yang membahas mengenai pengaruh media sosial pada kalangan remaja. Hasilnya menunjukkan bahwa remaja merasa cemas ketika orang lain menemukan foto mereka di-tag di media sosial dan foto mereka terlihat tidak menarik. Selain itu, remaja juga merasa cemas ketika foto selfie mereka memiliki jumlah like yang lebih sedikit dari sebelumnya. Mereka akan cenderung berpikir “apakah aku sekarang jadi lebih jelek ya”

Baca juga: Menghargai Diri Sendiri dengan Self Love, Bagaimana Caranya?

Ini baru beberapa hal yang membuat kecemasan disebabkan oleh diri sendiri. Sebenarnya ada hal lain yang menyebabkan penampilan para remaja menjadi hal penting untuk masa saat ini seperti cinta dan tekanan dari teman sebaya.

2. Cinta dan Tekanan dari Teman Sebaya Berpengaruh pada Remaja

permasalahan remaja
[photo : freepik.com]

Aliran hormon yang meningkat pada tubuh remaja membuatnya semakin memiliki banyak masalah, salah satunya percintaan. Perubahan hormon dari usia anak-anak menuju remaja memang terjadi secara tiba-tiba. Hal ini memang wajar dirasakan, tetapi kadang menyebabkan perubahan tingkah laku dan pola pikir yang tentunya cukup rumit. Ketertarikan pada lawan jenis ini akan menyebabkan seorang remaja melihat dirinya sebagai sosok yang menarik atau tidak. Dia akan lebih peduli pada penampilan agar orang yang disukai mulai tertarik pada dirinya.

Tekanan dari teman sebaya memaksa anak remaja untuk berprilaku sesuai dengan peraturan yang sudah disepakati sebelumnya. Nah, peraturan ini bukan tidak mungkin akan membuat mereka semakin solid atau bahkan tertekan.

Ikatan pertemanan pada remaja memang tampak rumit. Bahkan, ikatan pertemanan yang indah sering muncul dengan masalah-masalah sederhana tetapi terasa berat. Khususnya perempuan yang memiliki kebiasaan membandingkan penampilan atau tubuh mereka. Belum lagi komentar teman sebaya mereka tentang kondisi kulit, warna kulit, atau bentuk tubuh. Hal-hal yang dianggap komentar biasa ini terkadang menyakiti para remaja.

3. Pendidikan Usia Remaja Menjadi Masalah Cukup Serius

permasalahan remaja
[photo : freepik.com]

Masa remaja adalah masa dimana mereka harus terus membuktikan diri mereka dengan mencetak nilai setinggi mungkin serta meraih prestasi yang membanggakan. Meskipun bagi masa depan memang penting, memaksakan suatu hal ini akan membuat tekanan besar pada anak remaja. Hal ini akan menyebabkan stres jika  tidak segera diatasi semuanya.

Ketatnya persaingan dunia pendidikan tentunya menjadi beban pikiran para remaja. Nah, persaingan nilai antara satu dan yang lainnya ini akan menyebabkan stress bahkan masalah lebih serius. Padahal, mendapatkan nila rendah bukan berarti tidak berpendidikan atau kurang berbakat, karena ada hal lain yang bisa membuktikan kemampuan seseorang.

4. Gangguan Makan, Salah Satu Masalah Cukup Serius

Karena terobsesi untuk memiliki tubuh yang sempurna hingga melakukan berbagai cara yang menyebabkan gangguan makan seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa atau binge eating disorder.

Remaja yang mengidap anoreksia akan makan sangat sedikit karena khawatir menjadi gemuk dan mengalami masalah kesehatan jangka. Beberapa masalah kesehatan yang dialami adalah penurunan berat badan sangat drastis, siklus menstruasi berhenti, kulit kering dan rambut rontok, serta terhambatnya pertumbuhan.

5. Maraknya Bullying pada Teman Sebaya

Penindasan atau biasa disebut dengan bullying adalah masalah remaja yang mengganggu kehidupan. Tentunya hal ini mempengaruhi kepribadian dan perilaku remaja.

Indonesia adalah salah satu negara yang masih mengalami angka kejadian bullying cukup tinggi, seperti perilaku intimidasi di kalangan remaja. Meskipun belum ada hasil akurat, Kementerian Sosial Indonesia pada tahun 2013 melakukan survei dan hasil menunjukkan bahwa satu dari dua remaja (47,45%) dan satu dari tiga remaja wanita {35,05%) mengalami intimidasi.

Dilansir dari UNAIR news, hasil Survei Kesehatan Siswa berbasis Sekolah Global tahun 2015 menunjukkan bahwa 24,1% remaja pria dan 17,4% remaja wanita telah mengalami intimidasi. Hasil riset ini menujukkan angka tinggi korban bullying (19,9%) terjadi pada kalangan remaja di sekolah.

Baca Juga : Tips Menghadapi Hari Senin dengan Semangat

6. Peran Orang Tua dan Lingkungan Sangat Penting Bagi Remaja

permasalahan remaja
[photo : freepik.com]

Maraknya permasalahan remaja yang semakin kompleks ini tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Peran orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh pada kehidupan remaja. Jadi, sebagai orang tua dapat mendiskusikan berbagai hal pada anaknya.

Jika para remaja memiliki permasalahan terkait penampilan mereka, sebaiknya diskusikan dengan mereka mengenai penampilan yang benar-benar mereka inginkan dan tidak hanya sekedar mengikuti tren.

Apabila ada yang memiliki masalah terkait pendidikan, jangan terlalu memaksakan kehendak diri sendiri terhadap remaja. Sebaiknya, dorong mereka untuk melakukan kegiatan ekstra kurikuler yang disukai. Hal ini akan membantu untuk lebih santai dan membuat lebih fokus berkonsentrasi.

Tekanan teman sebaya terkadang membuat para remaja tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Di sinilah peran orang tua sangat penting. Orang tua bisa menjelaskan kalau mereka unik dengan caranya sendiri. Selain itu, mereka juga bisa memilih untuk memiliki pendapat, pandangan, hobi, atau pilihan mereka sendiri.

Masalah lain seperti bullying juga harus diatasi dengan benar. Orang tua bisa memastikan bahwa anaknya bisa menghadapi atau melawan itu semua jika ditindas. Ajarkan mereka untuk keluar dari situasi itu dengan bercerita kalau dulu pernah mengalami hal yang sama.

Selain bantuan dan dukungan dari orang lain, kamu juga perlu lebih percaya diri dan menghargai dirimu sendiri. Kamu tidak perlu mendengarkan omongan atau komentar orang lain yang tidak membangun atau hanya menjatuhkan dirimu. Yakinlah bahwa kamu itu spesial dan tidak kurang suatu apapun karena Before Anyone Else is You!

Last Updated on February 25, 2021

Share This Post!

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *