Exfoliating Acid: Ketahui Perbedaan AHA, BHA, dan PHA

Product Review - rustaviani - October 25, 2020

Chemical exfoliation dan perawatan kecantikan yang mengandung acid/asam memang tengah disukai banyak perempuan. Asam yang digunakan dalam produk kecantikan ini berbeda dengan asam yang digunakan pada industri atau laboratorium. Asam yang dikerecutkan menjadi AHA, BHA, dan PHA ini memang telah lulus uji klinis aman dan efektif digunakan sebagai bahan dalam produk kecantikan. Simak perbedaannya di bawah ini, yuk!

1. Alpha Hydroxy Acids (AHA)

AHA bekerja pada bagian paling luar kulit, efektif mengangkat sel kulit mati, mengurangi garis halus, meratakan tekstur kulit, dan mengatasi kulit kemerahan serta bekas jerawat. Dilansir dari berbagai sumber, AHA akan bekerja efektif dengan persentase 5% hingga 10%. Angka tersebut juga aman untuk penggunaan AHA harian. Namun, AHA tidak mampu bekerja ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam karena tekstur AHA yang water soluble tidak memungkinkan untuk menembus lapisan minyak di dalam pori-pori kulit.

Beberapa contoh AHA yang populer digunakan dalam produk kecantikan adalah asam glikolat (glycolic acid). Asam glikolat ini adalah turunan AHA yang memiliki ukuran molekul yang lebih kecil sehingga bisa meresap sedikit lebih dalam. Selain itu, asam laktat juga sering digunakan dalam produk kecantikan karena memiliki ukuran molekul yang lebih besar zat ini akan lebih lembut pada kulit karena kemampuan penetrasi yang lebih rendah dibandingkan asam glikolat.

2. Beta Hydroxy Acids (BHA)

BHA bekerja lebih efektif pada kulit berminyak yang rentan terhadap jerawat, komedo, dan milia. Tekstur BHA yang oil soluble membuat BHA mampu melakukan penetrasi ke dalam pori-pori dan mampu membersihkan kandungan minyak yang menyumbat pori-pori kulit, selain itu BHA juga berfungsi eksfoliasi di permukaaan kulit.

Jenis BHA yang paling sering digunakan adalah asam salisilat (salicylic acid) yang efektif mengangkat sel kulit mati, tetapi tidak menghilangkan minyak alami kulit. Asam salisilat ini juga berfungsi sebagai anti inflammatory, yang mampu menenangkan peradangan pada jerawat dan mengurangi kemerahan akibat jerawat. Menurut berbagai sumber, penggunaan BHA akan efektif pada kisaran 1% hingga 4%.

3. Polyhydroxic Acids (PHA)

PHA mirip dengan AHA, tetapi ukuran molekul PHA jauh lebih besar sehingga tidak bisa melakukan penetrasi sedalam AHA dan BHA ke dalam lapisan kulit. Maka, efek dari PHA ini akan lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif karena memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk menimbulkan iritasi. Bahkan untuk kamu yang memiliki penyakit kulit seperti exzema dan rosacea tetap aman menggunakan kandungan PHA ini.

Meski produk kecantikan telah teruji klinis, kamu tetap harus teliti saat membeli skincare dengan kandungan tersebut karena setiap produk kecantikan memiliki persentase kandungan AHA, BHA, dan PHA yang berbeda. Persentase kandungan yang berbeda tentu memiliki efek  yang berbeda di kulit. Baru-baru ini, beberapa brand skincare juga menghadirkan produk dengan kandungan exfoliating acid yang terdiri dari AHA, BHA, dan PHA yang dianggap cenderung lebih aman untuk berbagai jenis kulit. Salah satunya rangkaian Miraculous Refining Series dari Avoskin yang terdiri dari serum dan toner. Kedua produk tersebut mengandung exfoliating acid dengan kadar aman untuk pemakaian harian sekalipun.

Share This Post!

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *