Produk Olahan Susu Menimbulkan Jerawat. Mitos atau Fakta?

Healthy Skin - rustaviani - May 27, 2020

Kebanyakan orang pasti beranggapan bahwa susu dan produk susu merupakan sumber kalsium, protein, dan vitamin D yang baik untuk tubuh. Hal itu memang benar, tapi menurut beberapa ahli perawatan kulit komponen dalam susu dapat meningkatkan produksi kelenjar minyak dan menyebabkan jerawat. Bagaimana sih penjelasannya? Yuk, simak di bawah.

Hormon Utama yang Memicu Timbulnya Jerawat

Biasanya jerawat muncul di permukaan kulit disebabkan oleh hormon tubuh yang tidak seimbang. Terdapat 3 jenis hormon utama yang dapat memicu terjadinya jerawat yaitu hormon insulin, hormon insulin factor 1 (IGF-1), dan hormon androgen. Insulin dan IGF-1 merupakan hormon yang memicu jerawat tergantung dari apa yang kita makan sedangkan sekresi hormon androgen berlebih sudah dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau glukosa serta protein dapat menyebabkan peningkatan hormon insulin dan juga hormon IGF-1. Keduanya saling berkaitan memicu produksi sebum berlebih, sehingga memicu timbulnya jerawat. Dengan meningkatnya hormon insulin dan IGF-1, hormon androgen-pun juga akan meningkat. Efek dari hormon androgen berlebih akan mengakibatkan timbulnya sel kulit mati yang lebih cepat, sehingga sel kulit mati menyumbat saluran rambut kulit, efeknya akan lebih mudah timbul jerawat. Selain itu, proses pemulihan kulit menjadi lebih lambat dan jerawat dapat muncul kembali.

Mengapa Produk Olahan Susu Menimbulkan Jerawat?

Menurut studi yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Dermatology, mengonsumsi produk olahan susu akan mengalami masalah jerawat lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Konsumsi olahan susu lebih signifikan untuk menimbulkan jerawat, tetapi tidak demikian pada konsumsi susu murni.

Produk olahan susu memiliki kemungkinan lebih untuk memicu timbulnya peningkatan hormone insulin dan IGF-1 sebagai pencetus timbulnya jerawat. Hal ini dikarenakan konsumsi olahan susu seperti yogurt, es krim, susu dengan perisa, dan susu rendah lemak  cenderung memiliki gula yang lebih banyak dan dapat meningkatkan risiko peningkatan hormon insulin saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan manis lainnya.

Baca Juga : Benarkah Cokelat Menyebabkan Jerawat? Ini Faktanya!

Tingginya kadar insulin dan IGF-1 dalam darah akibat pola konsumsi tersebut akan memicu reaksi pertumbuhan sebum yang lebih cepat yang akan mempercepat pertumbuhan jerawat. Selain itu, jumlah protein dari susu juga dapat memicu kompleksitas masalah kulit melalui adanya inflamasi akibat peningkatan hormon androgen.

Meskipun demikian kedua hal tersebut lebih mungkin terjadi dengan adanya faktor penyebab lainnya seperti usia pubertas, kondisi kulit, infeksi bakteri dari lingkungan, dan kualitas pola makan secara keseluruhan. Konsumsi produk olahan susu mungkin bukanlah penyebab utama jika kamu memiliki jenis kulit berminyak yang lebih berisiko untuk timbulnya jerawat.

Kurangi Konsumsi Produk Olahan Susu

Kalau kamu terbiasa mengonsumsi secara rutin, maka sebaiknya perhatikan kualitas konsumsi pola makan secara keseluruhan. Kurangi konsumsi produk olahan susu dengan kadar gula berlebih, atau seimbangkan dengan mengurangi asupan nasi putih dan roti. Jika kamu mengalami masalah dengan kulitmu, cobalah beralih ke pilihan produk yang tidak mengandung susu sapi, seperti susu kedelai atau susu almond. Kamu juga bisa mencoba keju dari susu kambing atau domba yang hanya memiliki sedikit efek bagi kulit. Selain mengurangi produk olahan susu sebaiknya kamu juga melakukan perawatan kulit dengan skincare dari Avoskin agar kulitmu senantiasa terbebas dari jerawat.

Share This Post!

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *