Jangan Keliru! Jerawat Purging dan Jerawat Biasa Ternyata Berbeda

Healthy Skin - rustaviani - June 30, 2020

Sebelum membeli produk skincare, sebagian orang sering bertanya-tanya, apakah produk tersebut dapat menyebabkan purging. Tidak banyak yang tahu kalau tak semua produk skincare dapat menyebabkan purging. Maka, mulai sekarang kenali perbedaan kulit wajah yang sedang purging dan kulit wajah breakout.

Penjelasan Mengenai Purging

Purging adalah istilah dalam dunia kecantikan, berasal dari kata purge yang berarti pembersihan. Pada fase awal penggunaan skin care ataupun fase pergantian produk skin care dari yang biasa digunakan ke produk baru, mungkin akan mengalami proses yang dinamakan purging. Secara medis, purging adalah sebuah kondisi yang timbul akibat penggunaan kosmetik atau bahan kimia.

Namun, tidak semua produk skincare dapat menyebabkan purging pada wajah.  Kandungan bahan aktif yang dapat menimbulkan purging antara lain AHA, BHA, PHA, vitamin C, Retinoid, benzoyl peroxide, serta beberapa jenis scrub dan face brush. Bahan-bahan tersebut memiliki kemampuan penetrasi ke dalam kulit untuk membersihkan dan memperbaiki lapisan bawah kulit. Bahan-bahan ini bisa mempercepat pertumbuhan sel kulit sehingga kulit akan tampak seperti bersisik dan tampak seperti memiliki benjolan kecil yang biasanya akan menghilang tanpa adanya fase kemerahan, bengkak, atau radang pada kulit.

Membedakan Jerawat Purging dengan Breakout

freepik.com

Membedakan purging dan breakout memang tidak mudah, karena kemunculan keduanya sama-sama ditandai dengan jerawat. Namun, purging sendiri merupakan sebuah tanda dari adanya proses percepatan regenerasi kulit. Nantinya, microcomedone yang ada di bawah kulit akan berubah menjadi whitehead, blackhead, dan juga jerawat yang muncul ke permukaan kulit dalam waktu yang jauh lebih cepat. Namun perlu diingat, tanda purging umumnya hanya berlangsung sementara, yakni sekitar 2-3 minggu. Setelahnya, kulit wajah akan menjadi lebih bersih dan juga sehat tentunya.

Baca Juga : Produk Olahan Susu Menimbulkan Jerawat. Mitos atau Fakta?

Kemunculan breakout hampir sama dengan purging dengan ditandai munculnya jerawat dan komedo. Namun, apabila jerawat atau komedo di kulit tidak hilang atau bahkan bertambah parah dalam kurun waktu maksimal 8 minggu, maka ini baru yang dinamakan breakout. Breakout sendiri merupakan reaksi penolakan akibat ketidakcocokan kulit terhadap kandungan dalam produk. Selain itu, breakout juga bisa terjadi karena proses eksfoliasi yang berlebihan. Maka, kamu perlu lebih hati-hati dalam menggunakan produk exfoliating. Pastikan penggunaan face scrub hanya maksimal dua kali dalam seminggu. Kamu juga bisa gunakan hydrating toner setiap mengaplikasikan exfoliating toner pada kulit wajah.

Mengatasi Kulit Purging Setelah Menggunakan Produk

Untuk mengatasi purging, sebaiknya kurangi kadar obat ataupun bahan kimia yang biasa digunakan. Jadi, jangan buru-buru panik atau berpikir yang tidak-tidak dulu dengan kondisi keadaan kulit berjerawat atau beruntusan yang kamu alami ketika awal-awal menggunakan skin care. Karena, bisa saja hal itu merupakan fase atau proses purging. Namun, apabila hal itu terjadi lebih dari 4 minggu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kulit. Jika produk skin care yang kamu pakai mengandung bahan aktif seperti hydroxy acids (AHA, BHA), vitamin C, retinoid, benzoyl peroxide, dan bahan exfoliator lainnya, mungkin pemakaiannya bisa dijeda terlebih dahulu. Karena bisa jadi saat itu kulit tengah bereaksi untuk menyesuaikan diri (purging).  Jadi, jangan terburu-buru membuang produk tersebut. Namun, jika produk yang kamu pakai berupa moisturizer atau cleanser yang tidak mengandung bahan aktif, ada baiknya pemakaian produk tersebut segera dihentikan agar breakout tidak semakin parah dan berlangsung lama.

Share This Post!

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *